Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan (SAP Materi 2)

  • Pertumbuhan Penduduk

 

Pertumbuhan penduduk pastilah terjadi karena itu merupakan bagian dari kehidupan manusia dimana manusia melakukan reproduksi untuk melestarikan keturunannya. Terdapat beberapa tabel yang berisi data perkembangan penduduk dunia yang digunakan untuk melihat apakah suatu negara mengalami kenaikan atau penurunan jumlah penduduk, seperti yang satu ini.

asddsa

Pada tabel tersebut, data yang disajikan adalah data jumlah penduduk sepuluh negara dari tahun 1997, tahun 2000, tahun 2003, dan tahun 2025. Dari tabel dapat kita lihat bahwa mayoritas negara mengalami kenaikan populasi penduduk tiap tahunnya. Sedangkan untuk data tahun 2025 merupakan data kemungkinan jumlah penduduk di negara tersebut berdasarkan kenaikan populasi tiap negara. Apa yang sebenarnya menyebabkan pertambahan populasi itu? Tentu saja ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti faktor demografi dan non demografi. Yang akan dibahas disini adalah faktor demografi karena faktor demografi memiliki bahasan yang lebih banyak.

 

  • Faktor Demografi Pertumbuhan Penduduk

Faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk ada tiga macam, yaitu : kelahiran, kematian, dan migrasi. tiap faktor ini akan dibahas secara satu per satu agar mudah diapahami.

 

  • Kelahiran

Kelahiran, atau bisa disebut dengan natalitas ataupun fertilitas, secara umum dibedakan menjadi tiga, yaitu : angka kelahiran kasar, angka kelahiran khusus, dan angka kelahiran umum. ketiga hal ini memiliki rumus masing-masing.

Untuk rumus angka kelahiran kasar (CBR), rumusnya adalah : CBR = L/P x 1000 dimana CBR adalah angka kelahiran kasar, L adalah jumlah kelahiran selama 1 tahun, P adalah jumlah penduduk pada pertengahan tahun, dan 1000 sebagai konstanta.

Untuk rumus angka kelahiran khusus (ASBR), rumusnya adalah : ASBR = Li/Pi x 1000 dimana ASBR adalah angka kelahiran khusus, Li adalah jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu, Pi adalah jumlah penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun, dan 1000 sebagai konstanta.

Untuk rumus angka kelahiran umum (GFR), rumusnya adalah : GFR = L/(W(15-49 )) x 1000 dimana GFR adalah angka kelahiran umum, L adalah jumlah kelairan selama satu tahun, W(15-49) adalah jumlah penduduk wanita umur 15 sampai 49 tahun pada pertengahan tahun, dan 1000 sebagai konstanta.

Kemudian ada angka kelahiran. Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dan hidup dari tiap seribu penduduk dalam satu tahun. Rumusnya adalah :  AK = Jb/Jp x 1000 dimana AK adalah angka kelahiran, Jb adalah jumlah bayi yang lahir dan hidup dalam 1 tahun, Jp adalah jumlah penduduk, dan 1000 adalah konstanta.

 

  • Kematian

Kematian, atau bisa disebut dengan mortalitas, dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : angka kematian kasar, angka kematian khusus, dan angka kematian bayi. Ketiga hal ini memiliki rumus masing-masing.

Untuk rumus angka kematian kasar (CDR), rumusnya adalah : CDR = M/P x 1000 dimana CDR adalah angka kematian kasar, M adalah jumlah kematian selama satu tahun, P adalah jumlah penduduk pertengahan tahun, dan 1000 adalah konstanta.

Untuk rumus angka kematian khusus (ASDR), rumusnya adalah : ASDR = Mi/Pi x 1000 dimana ASDR adalah angka kematian khusus, Mi adalah jumlah kematian pada kelompok umur tertentu, Pi adlaah jmlah penduduk pada kelompok tertentu, dan 1000 adalah konstanta.

Untuk rumus angka kematian bayi (IMR), rumusnya adalah : IMR = Jm/Jh x 1000 dimana IMR adlaah angka kematian bayi, Jm adalah jumlah kematian bayi dengan umur kurang dari 1 tahun, Jh adalah jumlah kelahiran bayi hidup, dan 1000 adalah konstanta.

 

  • Migrasi

 

Migrasi adalah peristiwa perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya dengan tujuan untuk tinggal sementara ataupun selamanya di daerah yang baru tersebut. Migrasi terbagi menjadi 2 kategori yaitu, migrasi antar negara dan migrasi dalam negeri.

Migrasi antar negara terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu : Imigrasi, Emigrasi, dan Remigrasi. Imigrasi adalah proses masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Emigrasi adalah keluarnya penduduk dari suatu negara ke nagara lainnya. Dan remigrasi adalah penduduk yang kembali ke negara asalnya dari negara lain.

Migrasi dalam negeri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu : Transmigrasi, Urbanisasi, Ruralisasi, Evakuasi, Forensen, dan Turisme. Trasnmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah yang padat ke daerah yang masih sedikit penduduknya. Urbanisasi adalah perpindahan dari desa ke kota. Ruralisasi adalah perpindahan dari kota ke desa. Evakuasi adlaah perpindahan yang dilakukan karena adanya bencana atau ancaman lainnya. Forensen adalah aktivitas pulang pergi ke kota. Dan Turisme adalah perjalanan ke daerah wisata untuk menginap sementara waktu.

Proses terjadinya migrasi bergantung dengan jenis migrasi itu sendiri. Sebagai contoh, seseorang yang melakukan transmigrasi disebut dengan transmigran. Untuk bisa menjadi transmigran, orang tersebut harus mendaftar dan memilih lokasi tujuan transmigrasi serta mengikuti pelatihan. Jumlah dari transmigran juga dibatasi dengan kuota tertentu. Kemudian setiap trasnmigran akan mendapat pendampingan sebelum, selama, dan setelah berangkat.

Beberapa akibat yang dihasilkan dari migrasi  ini antara lain adalah berkurangnya populasi di suatu daerah, bertambahnya populasi di suatu daerah, perubahan angka kelahiran dan angka kematian pada suatu daerah, dan perubahan stabilitas ekonomi pada suatu daerah.

 

  • Jenis-Jenis Struktur Penduduk

Jenis-jenis struktur penduduk dibagi menjadi 3, yaitu : struktur penduduk muda, struktur penduduk stasioner, dan struktur penduduk tua. Ketiga jenis ini biasanya digambarkan dalam bentuk piramida.

Struktur Penduduk Muda digambarkan seperti limas. Struktur ini terjadi ketika angka kelahiran lebih besar dari angka kematian sehingga menyebabkan banyaknya penduduk yang muda. Ciri-ciri dari struktur ini adalah : Pertumbuhan penduduk tinggi, tingkat kelahiran tinggi, kelompok usia tua jumlahnya sedikit, dan kelompok usia muda jumlahnya banyak.

Struktur Penduduk Stasioner digambarkan merata sehinngga berbentuk mirip dengan granat. Struktur ini terjadi ketika angka kelahiran dan angka kematian seimbang satu sama lain. Ciri-ciri dari struktur ini adalah : Pertumbuhan penduduk lambat, tingkat kematian rendah, tingkat kelahiran rendah, jumlah penduduk usia tua hampir sama dengan jumlah penduduk usia muda.

Struktur Penduduk Tua biasanya digambarkan seperti batu nisan. Struktur ini terjadi ketika angka kelahiran lebih rendah daripada angka kematian. Ciri-ciri dari struktur ini adalah : Pertumbuhan penduduk berkurang, tingkat kelahiran yang rendah daripada tingkat kematian, jumlah penduduk usia  muda sedikit.

Berikut akan diberikan contoh gambar dari struktur-struktur penduduk dalam bentuk piramida.

 

Piramida Struktur Penduduk Muda

 

ddsadsad

Piramida Struktur Penduduk Stasioner

dddsasaad

 

Piramida Struktur Penduduk Tua

asddsaassa

  • Rasio Ketergantungan

Rasio ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas lalu dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun.

Rumus dari rasio kebergantungan ini dapat ditulis sebagai berikut. RK = (PM + PT/PA) x 100. Dimana RK adalah rasio kebergantungan, PM adalah Penduduk Usia 0-14 tahun, PT adalah Penduduk Usia 65 tahun keatas, PA adalah penduduk usia 15-64 tahun, dan 100 adalah konstanta.

 

  • Pertumbuhan dan Perkembangan Budaya di Indonesia

Seiring dengan berjalannya waktu, manusia pastilah berkembang mengikuti waktu. Budaya juga ikut berkembang seiring berjalannya waktu. Perkembangan ini terjadi melalui suatu proses yang bernama penetrasi kebudayaan. Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan 2 cara, yaitu penetrasi damai dan penetrasi kekerasan.

Penetrasi damai, sesuai dengan namanya, adalah proses masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Kebudayaan seperti inilah yang mnjadi salah satu akar dari kebudayaan local Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan yang berbeda tersebut tidak menimbulkan konflik, melainkan memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat.

Penetrasi kekerasan, sesuai dengan namanya, adalah proses masuknya suatu kebudayaan dengan jalan kekerasan dan paksaan. Penetrasi ini menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Biasanya penetrasi kekerasan terjadi di suatu Negara yang mengalami penjajahan.

 

  • Kebudayaan Hindu, Buddha, dan Islam

Hindu, Buddha, dan Islam memiliki kebudayaannya masing-masing. Pandangan mereka terhadap budayanya akan dipaparkan di penjelasan berikut ini.

Dalam agama Hindu, budaya dan agama memiliki segi-segi persamaan tetapi lebih banyak segi-segi perbedaannya. Segi persamaannya dapat dilihat bahwa kedua norma tersebut sama-sama mengatur kehidupan manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan dari segi perbedaan dapat dilihat dari segi berlakunya, dimana perwujudan adat budaya tersebut tergantung pada tempat, waktu, dan keadaan. Kemudian, dalam agama Hindu, agama dan kebudayaan memiliki hubungan yang selaras antar satu sama lain dan saling mempengaruhi. Penyesuaian ini dapat dibenarkan dan dapat memperkuat budaya setempat sehingga menjadikan kesesuaian adat-agama.

Dalam agama Buddha, diajarkan bahwa segala sesuatu itu muncul dari sebab dan keadaan. Sejarah dan budaya tiap Negara tempat penyebarannya mempengaruhi perkembangan agama ini. Kini, karena gagasan serta cara Buddha menyebar ke seluruh dunia, orang menyesuaikan asas-asas agama Buddha dengan berbagai ranah kehidupan yang baru. Sebagai contoh kita ambil Indonesia. Di Indonesia, penyebaran agama Buddha dimulai dari para perantau Tiongkok yang menetap di Indonesia. Para perantau tersebut kemudian menikah dengan penduduk di Indonesia. Tanpa disadari, kedatangan mereka bukan hanya menyebarkan agama, tetapi juga menyebarkan kebudayaan mereka.

Dalam agama Islam, pengaruhnya terhadap kebudayaan manusia telah berlangsung sejak beberapa abad yang lalu. Proses akulturasi tersebut menghasilkan karakter yang khas pada kebudayaan masyarakat Islam di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, kekayaan budaya ini mengalami pasang surut, sehingga dibutuhkan upaya untuk melestarikan kebudayaan tersebut. Keragaman suku membuat peninggalan budaya Islam di Indonesia masing-masing memiliki warna tersendiri. Hal ini terlihat dari banyaknya benda peninggalan seperti senjata, manuskrip, hiasan, pakaian, dan lainnya.

 

  • Kebudayaan Barat

Budaya barat adalah budaya yang paling menguasai budaya timur. Hal ini terjadi karena budaya barat memiliki teknologi yang lebih canggih dari teknologi budaya timur. Akibatnya, budaya barat sangat mudah untuk mempengaruhi budaya timur seperti di Indonesia.

Dengan adanya globalisasi, tentunya membawa pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat. Sekarang ini kebudayaan barat bisa kita lihat sendiri setiap hari di media elektronik dan cetak sehingga memeiliki kecenderungan untuk merusak serta melanggar norma-norma yang berlaku.

Budaya barat yang masuk akibat globalisasi ke Indonesia mengubah perilaku dan kebudayaan mayarakat Indonesia, baik kebudayaan nasional maupun kebudayaan daerah. Hal ini terlihat dari ketidakmampuannya orang-orang Indonesia untuk beradapatsi dengan baik terhadap budaya barat sehingga menjadi terpengaruh sehingga cenderung bergaya hidup kebarat-baratan dan melupakan budanyanya sendiri.

 

 

Sumber :

http://jogja.tribunnews.com/2017/12/15/inilah-proses-panjang-sebelum-warga-bisa-menjadi-transmigran

https://www.ruangguru.co.id/tag/macam-macam-migrasi/

http://pengertianahli.id/2014/01/pengertian-angka-kelahiran-dan-kematian.html

https://www.berpendidikan.com/2015/06/pengertian-dan-rumus-angka-kematian-kasar.html

https://www.berpendidikan.com/2015/06/pengertian-dan-rumus-angka-kelahiran-kasar.html

https://www.berpendidikan.com/2015/06/3-faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan.html

https://www.eduspensa.id/piramida-penduduk/#a

https://sirusa.bps.go.id/index.php?r=indikator/view&id=95

http://mthaariqi.blogspot.com/2016/10/perkembangan-dan-pertumbuhan-kebudayaan.html

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/rangkuman-kebudayaan-islam-di-nusantara

https://studybuddhism.com/id/kajian-tingkat-lanjut/sejarah-dan-budaya

http://www.hindu-dharma.org/2009/06/hubungan-agama-dan-budaya-dalam-hindu/

https://www.kompasiana.com/dodi70053/5bfbdd62aeebe134460db473/pengaruh-budaya-barat-di-indonesia

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close